Category

Kau yang terindah di dalam hidup ini

Slideshare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. See our Privacy Policy and User Agreement for details. If you wish to opt out, please close your SlideShare account. Learn more. Published on Oct 24, Koleksi lagu-lagu misi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. SlideShare Explore Search You. Submit Search.
sideboob gif
criss strokes sex videos

Ketika kukatakan bahwa aku baik-baik saja, setelah mengalami kejadian menyakitkan, apakah kau akan percaya?
boy and girl try sex
finger in teen ass
asin hot photoshoot
list of female asian pornstarsschool sexy sex boobs suckbollywood sex scandal

See, that’s what the app is perfect for.

Pages Entries ReCom Presence. April 19, Thank you. Thank you. Thank you for the encouragement, thank you for the motivation, thank you for the enlightening : What you have done carries a lot of meaning to me : Im grateful. And I vow never to disappoint you. Links to this post. Pity Esin was in NS. Didnt get to meet her : You know, Ipoh food are awesome. Yum yum. The 4 days there - eat eat eat.
learge porn tube

Contact Me Contact Me. Momtrepreneur Momtrepreneur. Activities for Preschoolers Activities for Preschoolers. Faith , Indonesian. Click here to listen to this hymn. Kau yang termanis di dalam hidup ini, Ku-cinta Kau lebih dari segalanya, Besar kasih setia-Mu kepada-ku. Newer Post Older Post. October 8, at AM. Subscribe to: Post Comments Atom. How to eat slipper lobsters udang ketak?

Ketika kukatakan bahwa aku baik-baik saja, setelah mengalami kejadian menyakitkan, apakah kau akan percaya? Ketika kukatakan bahwa aku tak kenapa-kenapa saat menjalani hari yang begitu berat, apakah kaupun akan menerima begitu saja?

Dengannya, kau akan paham, bahwa aku tak pernah ingin ditanya ini itu, hanya butuh kau di sini menyediakan bahumu. Namun, jika tak mampu, tak apa. Sebab mungkin aku memang bukan sesiapa dalam hidup yang kau punya. Meski hidup menawarkan berbagai kesedihan yang tak diduga sebelumnya, nyatanya hidup kita tetap baik-baik saja, Kan?

Meski bermacam harapan telah tersusun rapi seakan tanpa cela, namun ternyata Sang Pencipta berkata sebaliknya, hidup kita masih baik-baik saja, Kan? Lagi-lagi, tenanglah, hidup kan baik-baik saja, selama kita percaya, bahwa Yang Menciptakan Kita tentulah tak luput mengurus kita. Teruntuk orang-orang yang kenal juga enggak, ketemu apalagi, tapi udah menilai orang begitu dan begini, mari sini ngopi.

Siapapun kamu, tak berhak sedikitpun menghakimi pribadi seseorang, bahkan kalaupun kamu adalah seorang teman dekatnya, coba tilik lagi, apakah benar-benar mengenalnya? Kecuali kamu dimintakan pendapatnya, kecuali kamu memang terbiasa menasihatinya dalam perkara yang memang ia ridhoi, namun lagi-lagi coba bertanya pada diri, seberapa perlukah mengomentari?

Karena perihal nasihat, yang katanya tanda cinta adalah soal benar isinya, indah caranya, pun tepat waktunya. Mari belajar lagi untuk tak menyakiti siapapun, jika memang benar-benar peduli, harusnya kitapun peduli untuk tak membuat luka di hati. Untuk yang masih saja seenak mereka berkata yang tak dipahami sebelumnya, mari kita tertawai, lalu kita tinggal pergi. Semesta tahu cara mencandai kita. Semesta pun tahu cara membuat kita menangis. Kadang, hidup seperti ada dalam genggaman tangan kita, di saat yang lain, apa-apa yang terjadi layaknya genggaman kita terlepas; kita tak ada kuasa.

Padahal memang, kita tak punya kuasa sama sekali atas hidup kita sendiri. Pada hidup kita sendiri saja kita tak punya hak milik, bagaimana bisa mengatur Semesta agar sesuai mau kita? Hidup memang berisi kadang-kadang. Kadang kita bahagia, kadang kita berduka. Kadang kita harus menggenggamnya, kadang kita harus melepasnya. Dan ketrampilan untuk ikhlas menerima layaknya ketrampilan yang tak butuh apa-apa, hanya melepaskan; menyerahkan segalanya kepada yang berhak menggenggam.

Itu saja. Kenapa kita tak lantas percaya? Karena barangkali kita merasa memiliki, padahal sejatinya kita hanya dititipi. Barangkali kita merasa punya kuasa, padahal kita hanya berhak menjaga, dan harus mengembalikannya. Ikhlaskan, yang tak sempat tergenggam, semata agar hati kita tak sesak dengan apa-apa yang bukan milik kita. Kau bertanya, apa yang bisa diharapkan dari sebuah doa, sedang pada saat yang sama kita lebih butuh aksi nyata? Kau mungkin lupa dengan ini; adakah yang lebih ajaib dari ketika kita berbisik ke tanah, pada saat bersamaan, yang terbisikkan, bisa langsung menembus langit?

Dan hal pertama yang kau dapat ketika berdoa adalah; ketenangan jiwa, sebab hati tahu kepada siapa harusnya berserah dan pasrah. Lalu, kau masih bertanya, mengapa harus berdoa? Semoga apa-apa yang masih tertinggal dan terus tersimpan adalah kebaikan, bukan penyesalan. Pernahkah dalam perjalanan yang sedang kau tapaki, kau bertanya-tanya apa perlunya semuanya ini? Sempatkah terbesit dalam benak, bahwa jalan-jalan yang pernah kau lalui seakan penuh rintangan dan sandungan yang tak kausangka sama sekali?

Sesekali mungkin putus asa, terkadang terasa lelah tak terkira. Namun, jika kuberitahu satu rahasia, yang barangkali kau pun sudah mengetahuinya sejak lama, maukah kau percaya? Iya, hidup kita di dunia sudah ada yang mengaturnya. Hidup kita punya sutradara dengan skenario paling apik, yang tak bisa diterka sebelumnya dengan akal manusia.

Tenang saja, ada Allaah. Tenang saja, semua akan baik-baik saja, jika kau mau percaya sepenuhnya pada Yang Kuasa. Sesekali, tak perlu kau tanya bagaimana perasaanku, lihatlah di kedalaman mataku. Sesekali, cobalah untuk diam saja, lalu peluklah seerat yang kau bisa. Dan dengannya, kau akan tahu, gemuruh dada yang sedikit mereda sebab kau ada. Meski beberapa hal harus berjalan tak sesuai rencana, tapi hidup kita tetap baik-baik saja, Kan? Maka, jika harus mengadu, mengadulah padaNya. Jika harus meminta, mintalah pada Yang Memiliki Segala.

Dan lagi, kita hanyalah hamba, yang tugas utama kita di dunia hanyalah beribadah kepadaNya. Karena perihal nasihat, yang katanya tanda cinta adalah soal benar isinya, indah caranya, pun tepat waktunya Mari belajar lagi untuk tak menyakiti siapapun, jika memang benar-benar peduli, harusnya kitapun peduli untuk tak membuat luka di hati Untuk yang masih saja seenak mereka berkata yang tak dipahami sebelumnya, mari kita tertawai, lalu kita tinggal pergi.



169 :: 170 :: 171 :: 172 :: 173 :: 174 :: 175
Comments
  • Nezshura12 days agoAnd I have faced it. Here or in PM.Contact Me Certainly. Let's discuss this question.
Comments
  • Kajas15 days agoRemove everything, that a theme does not concern.Speak out.
Comments
  • Akilrajas28 days agoI recommend to you to look in google.com In my opinion it is obvious.
Comments
  • Shakarr27 days agoFantasy :)Advent at Trinity College, Cambridge (Complete Videos)
Comments
  • Dairn16 days agoI have used it.Momtrepreneur I am very grateful to you for the information.
Comments
  • Kizragore5 days agoBravo, seems to me, is an excellent phraseSEARCH THIS BLOG